Hari ini ketakutan saya bertamah tiga tingkat. Ketakutan saya sebagai manusia yang hidup di saat moral berada di tingkat -0. Sikap saling menghargai antar sesama yang berada di -1, dan segala aspek yang baik-baik berada di kondisi minus. Alah gila betul, saya langsung berpikir bagaimana kondisi anak saya nanti? Yang rasa ketakutannya selalu bertambah setiap hari, dan bertambah sepuluh tingkat setiap harinya.
Saya membayangkan kondisi lima tahun lagi, ketika saya melahirkan anak saya, seperti apa wajah dokter yang membantu saya melahirkan? Dan seperti apa teknologi yang dipergunakannya? Apakan berujung membuat anak saya luka-luka atau kondisi vagina saya yang tak lagi berbentuk, yang disebabkan teknologi yang digunakan. Aih...
Dan, lalu anak saya tumbuh, saya takut dia tidak akan meminta saya membacakan dongeng, sebab sudah ada aplikasi yang bisa membuatnya mendengarkan dongeng-dongeng yang dikarang H.C Andersen. Lantas, buku yang saya beli yang menceritakan dongeng anak-anak akan sia-sia.
Ngeri, anak saya akan menjadi generasi membungkuk. Tak bisa sosialisasi. Karena jika ingin bertanya tinggal buka gadget, ketik Google, urusan beres. Dan, dia tak biasa melakukan diskusi bersama sejawatnya, karena Google sudah menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
Lalu, buku-buku yang terbit berasal dari penulis-penulis sampah. Yang menceritakan cinta-cinta yang tak terbalas, mendadak puitis tengah malam. Anak saya nanti akan menjadi pembaca sampah yang tiap malam merasa galau. Padahal siang baik-baik saja. Bajingan.
Saya semakin ngeri untuk mengulas imajinasi saya tentang beberapa tahun yang akan datang, yang mana, manusia akan menyembah teknologi. Tak peduli dengan sekitar, tak ada tenggang rasa yang sudah di ajarkan di mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Yang, membuat saya tetap tenang, Tuhan tidak mengubah caraNya, untuk kami menyembahnya. Tidak menambahi dan tidak mengurangi. Mesti moderenisasi semakin tumbuh.
Eh..Saya tak yakin ini moderenisasi melainkan kembalinya manusia primitif. Ya Tuhan...
Perubahan
Ya, tergantung bisa atau tidaknya menerima perubahan, bahkan perubahan baik tak semuanya bisa menerima. Gimana kalo urusannya perubahan yang buruk?
Zat saja bisa berubah. Manusia? Pastinya berubah.
Saya. Tak bisa serta merta menerima teman sekamar saya yang tiba-tiba pulang, bertemu saya lalu, tiba-tiba dia dingin tanpa alasan, padahal 8 jam yang lalu, baik-baik saja. Saya tidak bisa menerimanya. Padahal sebenarnya tidak ada apa-apa.
Sulit menerima perubahan sikap orang yang membuat kita 'sekip' untuk berkegiatan. Padahal menurut orang yang kita anggap berubah, dia tidak ada apa-apa, tidak ada yang berubah, mungkin yang berubah adalah kukunya bertambah panjang, atau potongan rambutnya menjadi lebih asoy. Mau ngomong apa kalau gitu?
Mau ngomong ke diri sendiri, cobalah bersikap dewasa dan berpikir positif! tapi emang gampang? ya emang kalau mau jadi pribadi yang dewasa, bukan sok dewasa emang susah. Ikhlas. ya emang tau patokannya udah ikhlas apa belum? nanti, akan tahu secara sendiri kalau memang sudah ikhlas. Cuma butuh waktu untuk mengevaluasi diri. Saya yang komplain, saya yang menjawab komplain saya. Semoga bisa menerima.
Zat saja bisa berubah. Manusia? Pastinya berubah.
Saya. Tak bisa serta merta menerima teman sekamar saya yang tiba-tiba pulang, bertemu saya lalu, tiba-tiba dia dingin tanpa alasan, padahal 8 jam yang lalu, baik-baik saja. Saya tidak bisa menerimanya. Padahal sebenarnya tidak ada apa-apa.
Sulit menerima perubahan sikap orang yang membuat kita 'sekip' untuk berkegiatan. Padahal menurut orang yang kita anggap berubah, dia tidak ada apa-apa, tidak ada yang berubah, mungkin yang berubah adalah kukunya bertambah panjang, atau potongan rambutnya menjadi lebih asoy. Mau ngomong apa kalau gitu?
Mau ngomong ke diri sendiri, cobalah bersikap dewasa dan berpikir positif! tapi emang gampang? ya emang kalau mau jadi pribadi yang dewasa, bukan sok dewasa emang susah. Ikhlas. ya emang tau patokannya udah ikhlas apa belum? nanti, akan tahu secara sendiri kalau memang sudah ikhlas. Cuma butuh waktu untuk mengevaluasi diri. Saya yang komplain, saya yang menjawab komplain saya. Semoga bisa menerima.
Senin, 02 Desember 2013
JGTC!
Merintih Perih, akhirnya bisa di dengarkan secara live, Band SORE hadir di Jazz Goes to Campus 2013. Saya rela ke Pasific Place kemarin petang, untuk bisa beli tiket JGTC yang lebih murah. Biar kata mengantri, biar kata pulang jam 12 malam dan menelusuri UI yang aduhai seramnya, saya rela, demi melihat Band SORE. Ya, saya hadir pukul 5 sore, sampai di Fakultas FEUI, sakit jiwa sodara-sodara, itu acara musik atau acara pameran manusia? JGTC tahun ini, memang sinting ramenya, sayang tak diimbangi dengan kondisi panitianya. Tadi, saya mengalami kondisi crouded, manusia penuh, ingin nonton Tulus dan Andien, desak-desakan, macam naik kereta ekonomi pukul 6 pagi, sinting!! panitia tidak ada. Sejawat saya sampai tak tahu malu, teriak-teriak "Woy!! panita JGTC mana?! Woy!! anjing!!" ya kira-kira gitu. Sangat di sayangkan, acara sesukses ini tidak di imbangi dengan kondisi panitianya yang malah... entah kemana, persisnya saat saya mau pulang, di stand-stand yang ada di acara tersebut, panitia sedang asyik duduk dan membeli makanan. Ah... gila! tak lihat kondisi didekat stage seperti apa. Sinting! makanya saya memutuskan pulang lebih awal. Biarlah, yang penting, Karolina, Ssstt, No Fruit For Today, Musim Hujan, Merintih Perih, diembat dengan asyik oleh telinga saya. Tapi, saya tidak puas. Namanya juga manusia. Yang menyedihkan, saya menonton Band SORE, dengan kondisi tunggal saja, sejawat saya yang tadinya berangkat bersama tidak ada yang tahu persis tentang Band SORE, mau diapakan? biarlah mereka melihat Depapepe,musisi eksport dari Jepang. Persisnya JGTC tahun 2011, saya juga menonton White Shoes and Couples Company tunggal juga. Saya jadi berniat tak hadir lagi ke JGTC, tak ada teman yang sepaham dengan aliran musik saya. Mau dikata apa?
Selasa, 26 November 2013
Ikhlas
Tempo yang lalu, kolega saya meminta saran saya, bagaimana bersikap tidak peduli dengan keadaan yang membuatnya kalap tidak tidur. Saya pikir, ini sulit untuk di terangkan dan di praktekan. Saya berpikir ini urusan perasaan, dan pikirannya, yang memang belum bisa mengkontrol kekalapannya tentang kondisinya yang membuatnya kalap tidak tidur. Berputar-putar saja jadinya.
Lalu, saya katakan, "mungkin harus ikhlas"
bagaimana ya? saya juga dalam kondisi tidak eling, berkata demikian. Berkata "ikhlas". Lalu, kolega saya katakan, dia tenang, ketika saya menyarankan dia untuk ikhlas. Jelas betul saya tidak eling.
Persisnya, saya sendiri tidak tahu, kapan saya merasa ikhlas terhadap sesuatu. Sampai umur 20 tahun, saya masih ragu, sikap mana yang menunjukan bahwa saya "Ikhlas". Ya Tuhan, lucu betul duniaMu ini. Saya senang, menjadi bagian dari duniaMu.
Minggu, 24 November 2013
Shooting
Seneng ya? Saya ajak *kamu jadi talent film pendek teman saya. Ah... tadinya sok malu-malu, tak mau buka obrolan dengan talent yang lain yang sebaya denganmu. Di akhir hari, kau gigih ingin tidur bersama mereka, dibanding tidur dikamar saya, saudara kandungmu sendiri. Dasar bocah!
Mana peduli dengan lelah, mana peduli mandi, yang penting ketawa! yang penting punya sejawat baru, yang penting aku bahagia! dasar bocah!
Misalnya, saya masih bisa begitu, macam apa hidup saya, gembira ria, masalah ya jadi persoalan persetan, yang penting senang, yang penting aku gembira.
Bisa-bisa saja seperti demikian, tapi umur, urusan psikologis, dan gengsi, umm jadi persoalan.
Senang buat kamu senang. Saya akhirnya punya peran sebagai saudara kandung.
*adik laki-laki saya
Mana peduli dengan lelah, mana peduli mandi, yang penting ketawa! yang penting punya sejawat baru, yang penting aku bahagia! dasar bocah!
Misalnya, saya masih bisa begitu, macam apa hidup saya, gembira ria, masalah ya jadi persoalan persetan, yang penting senang, yang penting aku gembira.
Bisa-bisa saja seperti demikian, tapi umur, urusan psikologis, dan gengsi, umm jadi persoalan.
Senang buat kamu senang. Saya akhirnya punya peran sebagai saudara kandung.
*adik laki-laki saya
Sabtu, 23 November 2013
Ya positif saja
Ya, barangkali benar aku ini seorang "pesakitan" yang dalam masa percobaan. Harusnya lagi di sel. Tapi, di izinkan bebas, karena sempat berbuat baik. Ya Tuhan, setan-setan dalam aliran darah sepertinya sedang berontak, dia rindu aku melakukan tugas-tugasnya. Tapi, aku dalam masa transisi melakukan tugasMu karena rindu. Berat betul tinggal di duniaMu. Mau baik susah, mau jahat kembali baik, makin susah. Ya sudah aku ambil positifnya saja.
Laki-laki itu menatapku dengan ambigu, menyukai atau heran atau jijik. Ya, kira-kira begitu tatapannya. Lalu, malamnya menghubungiku, menanyakan, "kau, sudah makan atau belum?" ya kira-kira begitu. Lalu, berlangsung sampai dua minggu, lalu berakhir tak menanyakan, aku sudah makan atau belum. Padahal aku mulai rindu. Ya sudah aku ambil positifnya saja.
Bajiangan yang merasa punya otak itu kutemui disuatu malam yang lelah, yang penuh dengan agenda-agenda yang akan di bicarakan. Tidak tahu apa isi kepalanya, bajingan itu mengoceh tiada ampun, tiada peduli, tiada sadar, menghina dan menyentuh kulit tipis hatiku, lalu tergores dengan bentuk yang tidak pantas. Matilah. Aku, memutuskan tak akan menemui bajingan itu lagi seraya sumpah serapah tak pernah dia akan bahagia. Aku jadi terpaksa mengenyahkan tanggung jawabku, yang sebulan lagi tinggal kenangan. Bagaimana? Bisa ku ambil positifnya saja? Moga-moga bisa.
Laki-laki itu menatapku dengan ambigu, menyukai atau heran atau jijik. Ya, kira-kira begitu tatapannya. Lalu, malamnya menghubungiku, menanyakan, "kau, sudah makan atau belum?" ya kira-kira begitu. Lalu, berlangsung sampai dua minggu, lalu berakhir tak menanyakan, aku sudah makan atau belum. Padahal aku mulai rindu. Ya sudah aku ambil positifnya saja.
Bajiangan yang merasa punya otak itu kutemui disuatu malam yang lelah, yang penuh dengan agenda-agenda yang akan di bicarakan. Tidak tahu apa isi kepalanya, bajingan itu mengoceh tiada ampun, tiada peduli, tiada sadar, menghina dan menyentuh kulit tipis hatiku, lalu tergores dengan bentuk yang tidak pantas. Matilah. Aku, memutuskan tak akan menemui bajingan itu lagi seraya sumpah serapah tak pernah dia akan bahagia. Aku jadi terpaksa mengenyahkan tanggung jawabku, yang sebulan lagi tinggal kenangan. Bagaimana? Bisa ku ambil positifnya saja? Moga-moga bisa.
Rabu, 05 Juni 2013
Semangat!!!
Tuhan sudah menciptakan saya pikiran, tubuh dan indra yang sangat baik. tapi, mana kala setan dan saya kesenangan melakukan hal bodoh, tidak memakai pikiran, tubuh dan indra yang baik itu. saya menyianyikannya. maafkan saya Tuhan.
Bu, saya tak bisa selalu memikirkanmu, memikirkan kapan pulang, mengingat untuk membalas pesan singkatmu. begitu juga dengan Ayah, tidak bisa saya selalu memikirkanmu, pun ayah harus jauh dari saya, ya walau hanya beda pulau, tapi saya suka melupakan untuk menanyakan kabar ayah. saya salah. maaf.
Ayah, saya tak selamanya ingat biaya kuliah tujuh juta itu, saya pasti melewati waktu untuk tidak memikirkan biaya itu, untuk membiarkan diri saya tidak semangat berpendidikan. saya salah. maaf.
Angga, Ardel,saya selalu rajin melupakan kalian, entah berapa umur kalian sekarang, saya lupa. saya kakak yang bodoh. maaf.
bahkan yang inti saya lupakan, lalu yang besar benar-benar tak saya pedulikan. saya pribadi yang bodoh. maaf.
dan, tanggung jawab, kamu mengikat di pundak saya, sampai saya mati. tahun ini, kamu mengerayang di otak, leher, seluruh tubuh dan alat vital saya, bukan cuma di pundak, tapi di seluruh sudut diri saya yang di ciptakan Tuhan. saya tidak pernah mencoba menolakmu. tapi, nafsu yang sekarang ikut mengalir di diri saya untuk, mengalahkanmu. maaf, saya tak gagah untuk membelamu dari serangan nafsu. saya luar biasa salah, saya menyianyikan kerabatmu, waktu. kamu dan waktu, kalian yang selalu beriringan, yang selalu menggoda hidup saya, yang akan terus melangkah bersama saya. maafkan saya yang masih menyempatkan melupakanmu dan memikirkan nafsu yang tidak sepenuhnya saya lawan. maaf
Bu, kau menelpon dan mendoakan saya membuat, kondisi indra saya lemah karena malu, tidak memikirkanmu. pun Ayah dengan basa-basi ayah ditelpon, yang membuat saya jatuh karena sakit tidak memikirkan ayah, tidak tentu bertemu dengan ayah. maaf
Angga dan Ardel, saya merasa hina tidak pernah memikirkan kalian tidak pernah memeluk kalian. maaf
tanggung jawab dan waktu, saya siap diajak lari bersama kalian, mematikan nafsu, dan mencintai Tuhan.
Bu, saya tak bisa selalu memikirkanmu, memikirkan kapan pulang, mengingat untuk membalas pesan singkatmu. begitu juga dengan Ayah, tidak bisa saya selalu memikirkanmu, pun ayah harus jauh dari saya, ya walau hanya beda pulau, tapi saya suka melupakan untuk menanyakan kabar ayah. saya salah. maaf.
Ayah, saya tak selamanya ingat biaya kuliah tujuh juta itu, saya pasti melewati waktu untuk tidak memikirkan biaya itu, untuk membiarkan diri saya tidak semangat berpendidikan. saya salah. maaf.
Angga, Ardel,saya selalu rajin melupakan kalian, entah berapa umur kalian sekarang, saya lupa. saya kakak yang bodoh. maaf.
bahkan yang inti saya lupakan, lalu yang besar benar-benar tak saya pedulikan. saya pribadi yang bodoh. maaf.
dan, tanggung jawab, kamu mengikat di pundak saya, sampai saya mati. tahun ini, kamu mengerayang di otak, leher, seluruh tubuh dan alat vital saya, bukan cuma di pundak, tapi di seluruh sudut diri saya yang di ciptakan Tuhan. saya tidak pernah mencoba menolakmu. tapi, nafsu yang sekarang ikut mengalir di diri saya untuk, mengalahkanmu. maaf, saya tak gagah untuk membelamu dari serangan nafsu. saya luar biasa salah, saya menyianyikan kerabatmu, waktu. kamu dan waktu, kalian yang selalu beriringan, yang selalu menggoda hidup saya, yang akan terus melangkah bersama saya. maafkan saya yang masih menyempatkan melupakanmu dan memikirkan nafsu yang tidak sepenuhnya saya lawan. maaf
Bu, kau menelpon dan mendoakan saya membuat, kondisi indra saya lemah karena malu, tidak memikirkanmu. pun Ayah dengan basa-basi ayah ditelpon, yang membuat saya jatuh karena sakit tidak memikirkan ayah, tidak tentu bertemu dengan ayah. maaf
Angga dan Ardel, saya merasa hina tidak pernah memikirkan kalian tidak pernah memeluk kalian. maaf
tanggung jawab dan waktu, saya siap diajak lari bersama kalian, mematikan nafsu, dan mencintai Tuhan.
Rabu, 27 Februari 2013
Duhai
Duhai hujan, duhai panas, duhai siang, duhai malam, duhai kamu, duhai kamu, duhai kamu.... sampaikan pada Tuhan saya dalam kondisi kekosongan, krisis, jenuh, sakit, tenggelam dan lain-lain. katakan bahwa saya butuh disentuh oleh-Nya, sebentar saja, setidaknya biar saya seperti es dan aura saya berubah merah jambu. Saya lagi di dikanan tapi saya juga mau dikiri, banyak setan menghampiri, banyak rindu yang tak terselamatkan, banyak air mata yang gagal berproduksi, banyak cerita yang tak sempat di pentaskan. Mata, hidung, kuping, mulut, pipi, bibir, dagu, kening mulai pisah ranjang, sering bertengkar, apalagi hati dan otak, dalam proses persidangan perceraian, perlu waktu yang sangat khusus untuk membuat rujuk mereka. Jadi, jangan biarkan saya terus-terusan makan-makanan berpestisida, lama-lama saya bisa mati dan saya belum berbuat apa-apa. Lantas harus jawab apa kalau-kalau malaikat bertanya tentang pengabdian saya didunia, apa saja. maka katakan pada Tuhan selamatkan saya dari ke gamblingan, dari huru hara, dari sepi yang abadi, dari krisis ide, dari kondisi yang bangsat ini dan dari manusia-manusia yang perlahan mengubur saya di kesepian. Duhai hujan, duhai panas, duhai siang, duhai malam, duhai kamu, duhai kamu, duhai kamu, tempat kalian tak jauh dari Tuhan, kalian dapat menjangkau kerjaan-Nya, maka jangan lupa disampaikan, maka jangan lupa kalian merayu Tuhan. Saya sedang dalam kondisi memprihatinkan "seperti"nya....
Rabu, 30 Januari 2013
Riri nulis blog lagi
ya, gue, pada akhirnya harus juga nulis blog. biar tampil keren aja gitu.
ahay, gue lagi stress ya, dasyat gitu stressnya, mau liburan gak sempet. paling ya ujung-ujungnya ke coftof sama gengan waktu SMA, lalu ngobrol yang seru-seru sampai larut malam. ya, lumayan menyejukan otak gue yang lagi smerawut dan akan selalu smerawut setahun kedepan. tapi, gue harus menikmati ke"stress"an ini. karna eh karena, gue punya Tuhan yang akan selalu memberi kekuatan dan jalan keluar atas segala masalah-masalah yang ada di depan mata, hidung, bibir dan jidat gue.
sudahlah, apa yang mesti gue banggakan dari kestressan ini? gak guna, dan gak ada yang mau tau pula toh ya? sip!
ahay, gue lagi stress ya, dasyat gitu stressnya, mau liburan gak sempet. paling ya ujung-ujungnya ke coftof sama gengan waktu SMA, lalu ngobrol yang seru-seru sampai larut malam. ya, lumayan menyejukan otak gue yang lagi smerawut dan akan selalu smerawut setahun kedepan. tapi, gue harus menikmati ke"stress"an ini. karna eh karena, gue punya Tuhan yang akan selalu memberi kekuatan dan jalan keluar atas segala masalah-masalah yang ada di depan mata, hidung, bibir dan jidat gue.
sudahlah, apa yang mesti gue banggakan dari kestressan ini? gak guna, dan gak ada yang mau tau pula toh ya? sip!
Kamis, 06 Desember 2012
Angga
Tiba-tiba keingetan kata-kata adek gue Angga, pada satu bulan yang lalu, saat menyempatkan diri pulang kerumah. Angga, adek gue yang kini tinggal di pesantren.
jam tujuh pagi.
Angga: kak..kak..kak.. bangun kak!!!
Gue: aelah, apaan sih? (gue tetap tiduran, setengah melek)
Angga: Angga pulang nih dari pesantren. cuma mau liat kakak. entar Angga balik lagi ke pesantren. bangun dong kak! kakak pulang hari ini juga ya? nanti aja dong pulangnya kak, dirumah aja dulu kak...
Gue: iya hari ini gue pulang ke Depok. yaudah sana gue mau tidur lagi.
itulah perbedaan gue dan Angga.
angkuhnya kata-katanya gue, tapi tiba-tiba dada gue sesak dan hendak menangis tapi tidak berhasil, rasa sesaknya masih sampai hari ini.
Saat ini juga, rasanya ingin pulang kerumah dan menatap mata para anggota keluarga.
jam tujuh pagi.
Angga: kak..kak..kak.. bangun kak!!!
Gue: aelah, apaan sih? (gue tetap tiduran, setengah melek)
Angga: Angga pulang nih dari pesantren. cuma mau liat kakak. entar Angga balik lagi ke pesantren. bangun dong kak! kakak pulang hari ini juga ya? nanti aja dong pulangnya kak, dirumah aja dulu kak...
Gue: iya hari ini gue pulang ke Depok. yaudah sana gue mau tidur lagi.
itulah perbedaan gue dan Angga.
angkuhnya kata-katanya gue, tapi tiba-tiba dada gue sesak dan hendak menangis tapi tidak berhasil, rasa sesaknya masih sampai hari ini.
Rabu, 05 Desember 2012
Cihuy!
alright, berapa lama gak ngeblog? mayan lama. Rindu sekaleeeee
jadi, di pukul setengah dua pagi gue pun sampai kostan dengan kondisi rambut & muka berminyak, dan pula keadaan kaki kena becek, oke gak tuh? maka gue pun merasa jijik dengan kondisi tubuh gue yang alay banget. di jam dua pagi, guepun mandi.
akhirnyaaaa apa yang gue tunggu-tunggu sampai juga, FTJ 2012 Teater UI berakhir dengan meriah. bagi gue ini menjadi nafas baru, ya, gue bisa tidur normal lagi, kuliah dengan khusuk, pulang kerumah rutin dan menemani Dian di kostan. cihuuuyyyy!
gitu deh...
gue bahagia betul menjadi PO di acara ini dan acara lancar berkendala hahaha
keseruan, kegilaan, sedih, kesel dan sikap-sikap kewajaran lainnya pun menyelimuti acara ini. akhirnya gue punya pelajaran baru menjadi pribadi yang dewasa. yeeeesss ada tingkatan baru deh dalam hidup. gitu deh...
berakhirnya FTJ juga berakhirnya sesuatu yang gue tungu-tunggu. mau tau apa itu? mau tau aja kamu!
yang jelas ini menjadi suatu kelegaan bagi gue. dan akhirnya berbahagia lagi bersama kenormalan gue. senangnya berproduksi di teater UI
okedeh, hari ini gue kuliah jam 8 dan sekarang jam 3 pagi...
see you! ehh makasih udah nonton Bung Besar ya :)
jadi, di pukul setengah dua pagi gue pun sampai kostan dengan kondisi rambut & muka berminyak, dan pula keadaan kaki kena becek, oke gak tuh? maka gue pun merasa jijik dengan kondisi tubuh gue yang alay banget. di jam dua pagi, guepun mandi.
akhirnyaaaa apa yang gue tunggu-tunggu sampai juga, FTJ 2012 Teater UI berakhir dengan meriah. bagi gue ini menjadi nafas baru, ya, gue bisa tidur normal lagi, kuliah dengan khusuk, pulang kerumah rutin dan menemani Dian di kostan. cihuuuyyyy!
gitu deh...
gue bahagia betul menjadi PO di acara ini dan acara lancar berkendala hahaha
keseruan, kegilaan, sedih, kesel dan sikap-sikap kewajaran lainnya pun menyelimuti acara ini. akhirnya gue punya pelajaran baru menjadi pribadi yang dewasa. yeeeesss ada tingkatan baru deh dalam hidup. gitu deh...
berakhirnya FTJ juga berakhirnya sesuatu yang gue tungu-tunggu. mau tau apa itu? mau tau aja kamu!
yang jelas ini menjadi suatu kelegaan bagi gue. dan akhirnya berbahagia lagi bersama kenormalan gue. senangnya berproduksi di teater UI
okedeh, hari ini gue kuliah jam 8 dan sekarang jam 3 pagi...
see you! ehh makasih udah nonton Bung Besar ya :)
Minggu, 25 November 2012
Rancu!
Sebentar.... saya awali dengan
HAPPY BIRTHDAY YOLANDA TANJIDOR! SEMOGA KAU MAKIN OKE! SUKES DEHH. *kedip-kedip*
YOLE! BUKALAH WATSAP DAN DENGARKAN VOICE NOTE DARI SAYA! MUUAAACCHH!
Jadi bagaimana? mood sudah mulai oke, akhirnya minum kopi lagi di CTI, wuiih...
kali ini mau tulis macam-macam. ya, suka-suka saya dong. apa urusan buatmu? buat situ? iya yaudah.
Besok Dian tampil di GOR Sumantri kuningan, wah gak bisa datang sepertinya, gak tau jalan, gak tau naik kendaraan apa, gak punya uang pula. jadi maapin deh. asyiknya punya payung, setelah lima tahun gak punya, ya lumayan mahal payungnya 25ribu. gak ada yang 10ribu apa?? mentang-mentang musim hujan, payung jadi mahal ya?! daripada kehujanan lagi, sakit, urusan bisa repot, gak apa-apa deh. Gila, urusan acara di BEM makin gila, setelah sekian lama saya cuekin, tau-taunya kerjaan udah numpuk. ah.. takut teater jadi terbengkalai, loh kuliah? ya kuliah aja, itu urusan lain. yang penting punya banyak temen dan pengalaman. gitu! gimana sih kamu?!
saya rindu, si itu, minggu kemarin dia pulang, tadinya mau jalan-jalan sama dia, tapi saya hadir diacara Latam. batal deh. jadi, harus menunggu liburan semester tiga ini. kabarnya dia semakin gondrong rambutnya, wah..jadi tidak sabar ketemu dan jalan-jalan sama dia. lantas UAS sebentar lagi, akuntansi masih belom bisa dikuasai. masa harus ngulang lagi? masya Allah, semoga gak begitu jadinya. eh? tapi kenapa gak belajar-belajar? yaudah besok deh! ahhh ngapain sih pusing-pusing pengen jalan-jalan ke luar negeri? saya dong belum pernah ke Bandung. jadi impian saya pengen ke Bandung sama pacar (itu juga kalo punya). ke Jogja juga deh, asyik beli gelang harga serebuan. kelas dua SMA, jalannya sama dia ke malioboronya, semoga bisa keulang lagi kayak waktu itu. apa sih lo? sirik aja!
Mama apa kabar? Ayah juga? Angga? Ardel? semoga oke-oke aja. semoga adik-adik saya bukan pencinta kopi apalagi rokok. biarlah mereka minum susu aja, biar oye. yakan? ya! wah, Angga semakin mantap dengan Al-Qurannya dan Ardel makin giat les kesana dan kesini. saya kakaknya, lagi puyeng kenapa tak kunjung bisa jadi dewasa. gitu deh! astaga, LPJ tak kunjung dibikin. Timeline yang saya bikin, dicuekin bawahan saya! gila! tanggal berapa sekarang? tahun berapa sekarang? masih belum punya pacar? ah Dian juga! Lysa juga! Mersy juga! Suhe juga! ya bodo amat!
kapan bisa gendong anak hasil dari rahim saya? lama amat?! kuliah kok lama amat! saya mau punya anak! bukan suami! itu urusan ke seribu! yang penting punya anak, tapi bikinnya halal. ya coba dipikirin aja gimana ceritanya! ah goblok! anak UI kok goblok!
nah, tadi metik cabe di semak-semak kampus, lumayan buat bikin indomie atau gak telor dadar. cihuy.
Dian akhirnya tidur juga, setelah berisik ngapalin ketukan demi ketukan untuk snernya. semoga sukses dan mimpi indah! rasanya mau nangis segila-gilanya dan tertawa sebesar-besarnya, tapi, gak ada gunanya kan? gak ada alasan juga! sudahlah malam ini lagu-lagi Lionel Richie mengaung di telinga. tenanglah wahai jiwa saya!
eh kamu gak tidur? tidur sana! nanti cepet mati! saya sih niatnya gitu! tapikan saya belum punya anak! yaudah sana! kepo banget! gengges banget! goodbye...!
oke deh, gue pacaran dulu ya sama Aqua galon! DAAAAAA!
HAPPY BIRTHDAY YOLANDA TANJIDOR! SEMOGA KAU MAKIN OKE! SUKES DEHH. *kedip-kedip*
YOLE! BUKALAH WATSAP DAN DENGARKAN VOICE NOTE DARI SAYA! MUUAAACCHH!
Jadi bagaimana? mood sudah mulai oke, akhirnya minum kopi lagi di CTI, wuiih...
kali ini mau tulis macam-macam. ya, suka-suka saya dong. apa urusan buatmu? buat situ? iya yaudah.
Besok Dian tampil di GOR Sumantri kuningan, wah gak bisa datang sepertinya, gak tau jalan, gak tau naik kendaraan apa, gak punya uang pula. jadi maapin deh. asyiknya punya payung, setelah lima tahun gak punya, ya lumayan mahal payungnya 25ribu. gak ada yang 10ribu apa?? mentang-mentang musim hujan, payung jadi mahal ya?! daripada kehujanan lagi, sakit, urusan bisa repot, gak apa-apa deh. Gila, urusan acara di BEM makin gila, setelah sekian lama saya cuekin, tau-taunya kerjaan udah numpuk. ah.. takut teater jadi terbengkalai, loh kuliah? ya kuliah aja, itu urusan lain. yang penting punya banyak temen dan pengalaman. gitu! gimana sih kamu?!
saya rindu, si itu, minggu kemarin dia pulang, tadinya mau jalan-jalan sama dia, tapi saya hadir diacara Latam. batal deh. jadi, harus menunggu liburan semester tiga ini. kabarnya dia semakin gondrong rambutnya, wah..jadi tidak sabar ketemu dan jalan-jalan sama dia. lantas UAS sebentar lagi, akuntansi masih belom bisa dikuasai. masa harus ngulang lagi? masya Allah, semoga gak begitu jadinya. eh? tapi kenapa gak belajar-belajar? yaudah besok deh! ahhh ngapain sih pusing-pusing pengen jalan-jalan ke luar negeri? saya dong belum pernah ke Bandung. jadi impian saya pengen ke Bandung sama pacar (itu juga kalo punya). ke Jogja juga deh, asyik beli gelang harga serebuan. kelas dua SMA, jalannya sama dia ke malioboronya, semoga bisa keulang lagi kayak waktu itu. apa sih lo? sirik aja!
Mama apa kabar? Ayah juga? Angga? Ardel? semoga oke-oke aja. semoga adik-adik saya bukan pencinta kopi apalagi rokok. biarlah mereka minum susu aja, biar oye. yakan? ya! wah, Angga semakin mantap dengan Al-Qurannya dan Ardel makin giat les kesana dan kesini. saya kakaknya, lagi puyeng kenapa tak kunjung bisa jadi dewasa. gitu deh! astaga, LPJ tak kunjung dibikin. Timeline yang saya bikin, dicuekin bawahan saya! gila! tanggal berapa sekarang? tahun berapa sekarang? masih belum punya pacar? ah Dian juga! Lysa juga! Mersy juga! Suhe juga! ya bodo amat!
kapan bisa gendong anak hasil dari rahim saya? lama amat?! kuliah kok lama amat! saya mau punya anak! bukan suami! itu urusan ke seribu! yang penting punya anak, tapi bikinnya halal. ya coba dipikirin aja gimana ceritanya! ah goblok! anak UI kok goblok!
nah, tadi metik cabe di semak-semak kampus, lumayan buat bikin indomie atau gak telor dadar. cihuy.
Dian akhirnya tidur juga, setelah berisik ngapalin ketukan demi ketukan untuk snernya. semoga sukses dan mimpi indah! rasanya mau nangis segila-gilanya dan tertawa sebesar-besarnya, tapi, gak ada gunanya kan? gak ada alasan juga! sudahlah malam ini lagu-lagi Lionel Richie mengaung di telinga. tenanglah wahai jiwa saya!
eh kamu gak tidur? tidur sana! nanti cepet mati! saya sih niatnya gitu! tapikan saya belum punya anak! yaudah sana! kepo banget! gengges banget! goodbye...!
oke deh, gue pacaran dulu ya sama Aqua galon! DAAAAAA!
Jumat, 23 November 2012
Tik..tik..tik...
Aiihhh sudah dua hari kehujanan terus dan selalu kuyup, iyalah namanya juga keujanan, gimana sih kamu?
Hujan, yang tadinya bisa diprediksi kapan dia akan turun, akhir-akhir ini malah jadi sulit untuk di prediksi, hujan jadi sesuka hatinya untuk turun dan bikin kuyup orang. Sudah hampir lima tahun gue tidak punya payung secara pribadi, pasti minjem mulu, itulah gue orangnya gak mau ribet. Dan mensyukuri datangnya hujan dengan hujan-hujanan. Waktu acara Latam Teater Sembilu, para anggota baru disuruh bikin puisi, temanya hujan, dan diiringi suara tik..tik..tik.. oleh para alumni. Jadi pengen ikutan bikin. Ah kopi mana kopi?
tik..tik..tik..
Hujan!
tik..tik..tik..
kamu tidak bawa payung?
tik..tik..tik..
mau berdua denganku?
tik..tik..tik..
terima kasih
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..
saya suka kamu...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..
saya tidak...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik...tik..
tik..tik..tik..
Hujan! Hujan!
tik..tik..tik..
di depan FE banjir
tik..tik..tik..
ah shit!
tik..tik..tik..
bikun lama betul datangnya
tik..tik..tik..tik..tik...
itu bikunnn!!!
tik..tik...tik..tik..tik..
tungguuuuuuu.....
tik..tik,,tik..
hujan lagi!
tik..tik..tik..
kita tunggu hujan di halte teknik saja?
tik..tik..tik..
terobos saja! saya tidak bisa menunggu!
tik..tik..tik..tik..
tunggulah bersama saya! sebentar...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..
eh.. pacar saya menelpon...
tik..tik..tik..tik...tik...
ayo terobos saja hujannya!
kok jadi basi gini sik isinya? tik..tik..tik..tik...
Hujan, yang tadinya bisa diprediksi kapan dia akan turun, akhir-akhir ini malah jadi sulit untuk di prediksi, hujan jadi sesuka hatinya untuk turun dan bikin kuyup orang. Sudah hampir lima tahun gue tidak punya payung secara pribadi, pasti minjem mulu, itulah gue orangnya gak mau ribet. Dan mensyukuri datangnya hujan dengan hujan-hujanan. Waktu acara Latam Teater Sembilu, para anggota baru disuruh bikin puisi, temanya hujan, dan diiringi suara tik..tik..tik.. oleh para alumni. Jadi pengen ikutan bikin. Ah kopi mana kopi?
tik..tik..tik..
Hujan!
tik..tik..tik..
kamu tidak bawa payung?
tik..tik..tik..
mau berdua denganku?
tik..tik..tik..
terima kasih
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..
saya suka kamu...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..
saya tidak...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik..tik...tik..
tik..tik..tik..
Hujan! Hujan!
tik..tik..tik..
di depan FE banjir
tik..tik..tik..
ah shit!
tik..tik..tik..
bikun lama betul datangnya
tik..tik..tik..tik..tik...
itu bikunnn!!!
tik..tik...tik..tik..tik..
tungguuuuuuu.....
tik..tik,,tik..
hujan lagi!
tik..tik..tik..
kita tunggu hujan di halte teknik saja?
tik..tik..tik..
terobos saja! saya tidak bisa menunggu!
tik..tik..tik..tik..
tunggulah bersama saya! sebentar...
tik..tik..tik..tik..tik..tik..
eh.. pacar saya menelpon...
tik..tik..tik..tik...tik...
ayo terobos saja hujannya!
kok jadi basi gini sik isinya? tik..tik..tik..tik...
Kamis, 22 November 2012
Sabarlah Dara...
Naha, nulis lagi deh. Saya tau banget perasaan para fans sejagad yang nungguin tulisan saya. ihiy. ditemani segelas susu putih yang tak lagi hangat, marilah kita menulis.
Sebenernya gue udah doyan nulis itu dari kelas satu SMP. Dulu tulisan gue masih "suka" bagus, beberapa puisi gue dimuat di mading sekolah, masih suka serius deh gue nulisnya. Saat SMA dan ketemu yang namanya Teater Sembilu, gue makin giat menulis dan beberapa puisi gue dimuat di majalah sekolah saja, lalu, setiap ada pementasan kecil gue yang nulis naskahnya. begitulah kira-kira, semakin dewasa dan mengenal yang namanya BLOG, entahlah, gue menulis jadi hanya sekedar saja, dan gak pernah serius. Dan sekarang setelah mahasiswa, gue tidak lagi menggeluti hobi gue menulis puisi, cerpen dsb. gue lebih senang nulis blog gini deh dan asal lo pada tau aja, gue itu punya buku Diary, ya, sudah sebesar ini gue masih suka nulis diary. ya gitu deh.
eh, tapi bukan ini yang mau gue bahas, melainkan, tentang kejadian berdarah di kelas gue yaitu, APS B. hahahaha
ya, nasib yang kurang ehem ehem... kurang asyik, dapet jurusan Sekretaris dan isinya perempuan semua, yang laki cuma ada dua biji saja. oralah yahud deh. karena isinya perempuan genges semua, alhasil pertikaian sering terjadi. dari awal masuk kuliah aja, sudah ada pertikaian yang megah, sampe ada yang ingin lapor polisi, padahal tidak ada sakut pautnya dengan tindakan pidana. pokoknya genges. alhamdulilah, gue dan Dian selalu terselamatkan dari kekejian ini. haha
so, kalo lagi ada konflik antar manusia dikelas ini, gue itu perannya antara jadi pendengar, orang yang memberi pendapat dan sebagai kompor agar konflik makin hot. haha
men, jadi tim hore dalam konflik dikelas gue itu asoy bagodoy men!
jadi gitu, kemarin, ada masalah gara-gara twitter laknat, dan orang yang menggunakan twitter tersebut emang agak kampungan gitu sik. ah kampung!
awal yang berdarah itu....
pada hari Senin, temen gue yang namanya Dara Pujangga anakanya.................ah sudahlah, pokoknya dia punya bapak.
iya, Dara, dia kuliah nebeng temen adeknya naik motor, tau motor kan? nah kalo naik kendaraan tersebut harus pake helm kan, tau helm kan? bagus! karena doi nebeng, jadi helm doi yang bawa. dibawalah kekelas....lalu....inilah hal yang membahananya.....
ada seseorang yang ngetwit "kaget ada yang bawa helm ke kelas.." lalu tweet berikutnya "gak sekalian aja tuh helm dipake pas belajar, hahaha...." kira-kira tweetya gitu..
ah shittt!!!! Dara Pujangga pun langsung tersontak kaget, Dian yang gak ikut kuliah pun tau akan kejadian itu, ya karena Dian kan tugasnya memantau Twitter orang, ya gitu deh.
nahhhhh heboh kan tuhh, si pelaku yang ngetweet dapat hujatan dari berbagai pihak yang membela Dara, luar biasa banget si Dara ini mendapatkan pembelaaan secara besar-besaran. tapi tenang, sesungguhnya Dara bukan tipe yang harus dikasihanin, dia cukup tegar kok, dan selalu berucap, "biarin aja" sambil alisnya naik, eh iya lupa, Darakan gak punya alis, hahaha
jadi, orang yang kampungan sama twitter itu, di sindir-sindir sama anak sekelas. lantas apa kerjaan gue? ya ketawa ajalah...
hari Senin pun berlalu, Dara tetap tegar meski tetap tak punya alis....
hari Selasa pun tiba, Dara masih tegar dan belum juga punya alis, masalah yang kemarin sudah dilupakannya, meskipun gue masih suka ngompor-ngomporin, tapi Dara sekali lagi tetap tegar...
selesai kuliah Organisasi Metode, gengan kancut, yaitu Heny, Ayu, Vina dan Yolanda cabut ke kawasan kukusan kelurahan buat beli cimol ala butiran debu jalanan. karena panas yang tak kenal ampun, si Yolanda tanjidor pun menggunakan teknologi payung masa kini... panas.. payung... ada tiga lintingan daki di seberang tukang cimol, dan salah satu dari mereka yang kemaren ngeledekin Dara di twitter beraksi kembali, dia ngetwit "yaelah mbak pake payung emangnya ujan??" kira-kira gitu tweetannya.
WESSSS gengan yang beli cimol itu juga tuka kepo megepokan tuh, ketauanlah kalo salah satu lintingan daki itu ngetwit kata-kata demikian,. perang di twitterpun terjadi...heboh! gue sebagai seksi yang ngetawain aja, dan sebagai kompor juga sik.
WOHHH MANTAP BETUL TUH, Dara pun akhirnya teringat kembali kisah sedih di hari Senin itu. mereka pun sepakat buat nyamperin tiga lintingan daki itu. gue? ya gue makin semangat ngompor-ngomporin dan mencari massa buat nonton hal megah ini... seperti..
Gue: Yu, lo jangan pulang dululah.. mau liat sesuatu yang mantap gak? behhhh....
Ayu: Hah? emang ada apaan Ri?
Gue: itu.. si Heny mau ngelabrak lintingan daki. makanya jangan pulang dulu! *kedip kedip*
Ayu: wesss kompor abiss hahah
cihuyy, kelar kelas koresponden Indonesia, tiga lintingan daki di samperin sama gengan Heny. wohhh... niatnya mau nanya baik-baik ehh malah jadi mencekam dan si lintingan daki malah nendang-nendang tong sampah, untung gak ada sampahnya, kalo ada repot, bukannya berantem malah mungutin sampah, gue gak jadi nulis blog dong. gitu deh...
woilahhh semua naik pitam, gue heboh mendorong-dorong Dara buat ikutan berantem, tapi Dara malah ketawa-ketawa najis. yaudah guepun mendokumentasikan aja deh...
eh tapi, akhirnya Dara turun tangan, turun kaki, tapi alisnya tidak turun, turun juga dia ke ribut-ribut itu. Akhirnya dia bicara tetang ketegarannya. Itu juga gara-gara anak-anak yang nyuruh, ya selain alay mereka juga suka brengsek.
ya.... gitu deh kehebohannya, sampe orang lain juga merasa heran sama kejadian ribut-ribut gini.
gue? ya, cuma celngak-celinguk liatin jam tangan. ternyata cukup menyita waktu banyak ribut-ribut ini. duh....
BIG NO! kalo gue mau ngejelek-jelekin temen-temen gue. Seyogyanya gue cuma mau memberi tahu, bahwa, cukup banyak Mahasiswa yang ternyata belum siap menyandang predikat Mahasiswa, liat aja kelakuannya, termasuk gue sik.
semoga, kejadian kampungan ini, gak terjadi di lingkup perkuliahan atau persahabatan kamu-kamu. buatlah itikad baik terhadap orang yang berhubungan dengan kita. Dan, jangan di budakin sama teknologi yang makin ngehe itu. horass!! semoga berguna tulisan kali ini. untuk Dara....semoga cepet punya Alis... hahhaa pisss...
Sebenernya gue udah doyan nulis itu dari kelas satu SMP. Dulu tulisan gue masih "suka" bagus, beberapa puisi gue dimuat di mading sekolah, masih suka serius deh gue nulisnya. Saat SMA dan ketemu yang namanya Teater Sembilu, gue makin giat menulis dan beberapa puisi gue dimuat di majalah sekolah saja, lalu, setiap ada pementasan kecil gue yang nulis naskahnya. begitulah kira-kira, semakin dewasa dan mengenal yang namanya BLOG, entahlah, gue menulis jadi hanya sekedar saja, dan gak pernah serius. Dan sekarang setelah mahasiswa, gue tidak lagi menggeluti hobi gue menulis puisi, cerpen dsb. gue lebih senang nulis blog gini deh dan asal lo pada tau aja, gue itu punya buku Diary, ya, sudah sebesar ini gue masih suka nulis diary. ya gitu deh.
eh, tapi bukan ini yang mau gue bahas, melainkan, tentang kejadian berdarah di kelas gue yaitu, APS B. hahahaha
ya, nasib yang kurang ehem ehem... kurang asyik, dapet jurusan Sekretaris dan isinya perempuan semua, yang laki cuma ada dua biji saja. oralah yahud deh. karena isinya perempuan genges semua, alhasil pertikaian sering terjadi. dari awal masuk kuliah aja, sudah ada pertikaian yang megah, sampe ada yang ingin lapor polisi, padahal tidak ada sakut pautnya dengan tindakan pidana. pokoknya genges. alhamdulilah, gue dan Dian selalu terselamatkan dari kekejian ini. haha
so, kalo lagi ada konflik antar manusia dikelas ini, gue itu perannya antara jadi pendengar, orang yang memberi pendapat dan sebagai kompor agar konflik makin hot. haha
men, jadi tim hore dalam konflik dikelas gue itu asoy bagodoy men!
jadi gitu, kemarin, ada masalah gara-gara twitter laknat, dan orang yang menggunakan twitter tersebut emang agak kampungan gitu sik. ah kampung!
awal yang berdarah itu....
pada hari Senin, temen gue yang namanya Dara Pujangga anakanya.................ah sudahlah, pokoknya dia punya bapak.
iya, Dara, dia kuliah nebeng temen adeknya naik motor, tau motor kan? nah kalo naik kendaraan tersebut harus pake helm kan, tau helm kan? bagus! karena doi nebeng, jadi helm doi yang bawa. dibawalah kekelas....lalu....inilah hal yang membahananya.....
ada seseorang yang ngetwit "kaget ada yang bawa helm ke kelas.." lalu tweet berikutnya "gak sekalian aja tuh helm dipake pas belajar, hahaha...." kira-kira tweetya gitu..
ah shittt!!!! Dara Pujangga pun langsung tersontak kaget, Dian yang gak ikut kuliah pun tau akan kejadian itu, ya karena Dian kan tugasnya memantau Twitter orang, ya gitu deh.
nahhhhh heboh kan tuhh, si pelaku yang ngetweet dapat hujatan dari berbagai pihak yang membela Dara, luar biasa banget si Dara ini mendapatkan pembelaaan secara besar-besaran. tapi tenang, sesungguhnya Dara bukan tipe yang harus dikasihanin, dia cukup tegar kok, dan selalu berucap, "biarin aja" sambil alisnya naik, eh iya lupa, Darakan gak punya alis, hahaha
jadi, orang yang kampungan sama twitter itu, di sindir-sindir sama anak sekelas. lantas apa kerjaan gue? ya ketawa ajalah...
hari Senin pun berlalu, Dara tetap tegar meski tetap tak punya alis....
hari Selasa pun tiba, Dara masih tegar dan belum juga punya alis, masalah yang kemarin sudah dilupakannya, meskipun gue masih suka ngompor-ngomporin, tapi Dara sekali lagi tetap tegar...
selesai kuliah Organisasi Metode, gengan kancut, yaitu Heny, Ayu, Vina dan Yolanda cabut ke kawasan kukusan kelurahan buat beli cimol ala butiran debu jalanan. karena panas yang tak kenal ampun, si Yolanda tanjidor pun menggunakan teknologi payung masa kini... panas.. payung... ada tiga lintingan daki di seberang tukang cimol, dan salah satu dari mereka yang kemaren ngeledekin Dara di twitter beraksi kembali, dia ngetwit "yaelah mbak pake payung emangnya ujan??" kira-kira gitu tweetannya.
WESSSS gengan yang beli cimol itu juga tuka kepo megepokan tuh, ketauanlah kalo salah satu lintingan daki itu ngetwit kata-kata demikian,. perang di twitterpun terjadi...heboh! gue sebagai seksi yang ngetawain aja, dan sebagai kompor juga sik.
WOHHH MANTAP BETUL TUH, Dara pun akhirnya teringat kembali kisah sedih di hari Senin itu. mereka pun sepakat buat nyamperin tiga lintingan daki itu. gue? ya gue makin semangat ngompor-ngomporin dan mencari massa buat nonton hal megah ini... seperti..
Gue: Yu, lo jangan pulang dululah.. mau liat sesuatu yang mantap gak? behhhh....
Ayu: Hah? emang ada apaan Ri?
Gue: itu.. si Heny mau ngelabrak lintingan daki. makanya jangan pulang dulu! *kedip kedip*
Ayu: wesss kompor abiss hahah
cihuyy, kelar kelas koresponden Indonesia, tiga lintingan daki di samperin sama gengan Heny. wohhh... niatnya mau nanya baik-baik ehh malah jadi mencekam dan si lintingan daki malah nendang-nendang tong sampah, untung gak ada sampahnya, kalo ada repot, bukannya berantem malah mungutin sampah, gue gak jadi nulis blog dong. gitu deh...
woilahhh semua naik pitam, gue heboh mendorong-dorong Dara buat ikutan berantem, tapi Dara malah ketawa-ketawa najis. yaudah guepun mendokumentasikan aja deh...
![]() | ||
| Asli kenapa jadi pada alay gini sih?! |
eh tapi, akhirnya Dara turun tangan, turun kaki, tapi alisnya tidak turun, turun juga dia ke ribut-ribut itu. Akhirnya dia bicara tetang ketegarannya. Itu juga gara-gara anak-anak yang nyuruh, ya selain alay mereka juga suka brengsek.
ya.... gitu deh kehebohannya, sampe orang lain juga merasa heran sama kejadian ribut-ribut gini.
gue? ya, cuma celngak-celinguk liatin jam tangan. ternyata cukup menyita waktu banyak ribut-ribut ini. duh....
BIG NO! kalo gue mau ngejelek-jelekin temen-temen gue. Seyogyanya gue cuma mau memberi tahu, bahwa, cukup banyak Mahasiswa yang ternyata belum siap menyandang predikat Mahasiswa, liat aja kelakuannya, termasuk gue sik.
semoga, kejadian kampungan ini, gak terjadi di lingkup perkuliahan atau persahabatan kamu-kamu. buatlah itikad baik terhadap orang yang berhubungan dengan kita. Dan, jangan di budakin sama teknologi yang makin ngehe itu. horass!! semoga berguna tulisan kali ini. untuk Dara....semoga cepet punya Alis... hahhaa pisss...
Rabu, 14 November 2012
#Atambua39DerajatCelcius
Sebenarnya sudah rebahan di kasur dan menyemangatin Dian yang lagi hafalan B. Inggris, sambil main handphone. Kirain bisa tidur, eh yang tidur malah Dian yang harusnya ngapalin B. Inggris untuk presentasinya besok. Yaudah, buka laptop lagi dan assalamualaikum sama blog gue deh.
Emm.. tadi nyetel radio, terus denger lagu lawas yang oke punya, setelah cari mencari lewat google oye, nemu deh itu lagu apa. lagunya Broery Pesolima feat Vina Panduinata yang judulnya Kasih. lah itu lagu lawas bener tapi asyik buat didengerin malem-malem menjelang bobok :3
Wahhh kenapa pas buka laptop dan nulis blog gini malah ngantuk?! tadi udah di kipas-kipas, di elus-elus palanya sama Dian, tapi gak bisa bobok, malah Dian yang bobok -_-
Tadi, siang gue ke TIM nyerahin naskah sebagai salah satu persyaratan FTJ, lalu ada konfrensi pers FTJ, cuma 10 menit gue dateng dan capcus ke XXI TIM untuk nonton Atambua 39 derajat celcius, filmnya Riri Riza, gue nonton bareng Bu Lely. Filmnya ngeboringin tapi asyik, tapi, meskipun itu film ngeboringin, gue toh gak tersentuh buat main hape atau ngelakuian hal yang biasanya dilakuin orang yang sudah bosan sama sesuatu. Ya liat hape cuma sekali doang, utk ngecek ada pesan apa engga, setelah itu anteng nonton lagi deh. Filmnya gak banyak dialog, terkesan seperti film dokumenter gitu, tapi aselole banget mas Riri buatnya. ah.. emang nama Riri tuh selalu punya pesona tertentu, pesona positif pastinya. kayak gue misalnya punya pesona kecantikan yang luar biasa dan selalu awet muda, muka gue penuh kemewahan kayak toko berlian. yakan? ngaku deh kalo lo sebenernya ngefans sama gue! kalo gak ngefans ngapain buka-buka blog gue? pake dibaca-baca pula. haha.. gue seneng kok kalo ada yang ngefans, tapi jangan brutal ya ngefansnya. nanti gue lemparin babi. tau babi kan? itu temen seperjuangannya si Jamet, eh monyet.
oke, kejauhan ngelanturnya. tapi, emang gue juga udah males nyeritain film Atambua kayak gimana sih, nanti kamu-kamu pada keasyikan lagi. kalo situ punya penasaran yang tingginya 39 derajat celsius, nonton aja di bioskop, jangan di rumah pak RT apa lagi dirumah selingkuhan, dijamin gak ada, yang ada malah ngerepotin pak RT atau di bunuh pacar, ya karena di tayanginnya ya di bioskop, basi bgt sih!. ya goblok aja sih kalo masih nyari DVD bajakan, mendingan donlot deh lewat internet. halah.
Okedeh, gue udah gak ngerti lagi sama isi kepalanya Riri Riza dan Mira Lesmana, kenapa canggih-canggih banget kalo bikin film. Dan, gue sudah menonton hampir semua film-film karya mereka, nah yang sulit di cari itu filmnya yang judulnya Kuldesak sama Drupadi. ada yang udh nonton? ceritain atau kasih alamat utk donlotnya dong! makasih. yaudah, ke bioskop gih! tapi, jangan ke bioskop yang di Senen, bangkunya banyak bangsatnya itu! kesiankan pantat kamu.
liat Trailer Atambua 39 Derajat Celcius disini
liat info tentang Riri Riza disini aja deh
Ngggg....si Dian tidur sambil megang kertas hafalan b. Inggrisnya -_- wasalam.
Emm.. tadi nyetel radio, terus denger lagu lawas yang oke punya, setelah cari mencari lewat google oye, nemu deh itu lagu apa. lagunya Broery Pesolima feat Vina Panduinata yang judulnya Kasih. lah itu lagu lawas bener tapi asyik buat didengerin malem-malem menjelang bobok :3
Wahhh kenapa pas buka laptop dan nulis blog gini malah ngantuk?! tadi udah di kipas-kipas, di elus-elus palanya sama Dian, tapi gak bisa bobok, malah Dian yang bobok -_-
Tadi, siang gue ke TIM nyerahin naskah sebagai salah satu persyaratan FTJ, lalu ada konfrensi pers FTJ, cuma 10 menit gue dateng dan capcus ke XXI TIM untuk nonton Atambua 39 derajat celcius, filmnya Riri Riza, gue nonton bareng Bu Lely. Filmnya ngeboringin tapi asyik, tapi, meskipun itu film ngeboringin, gue toh gak tersentuh buat main hape atau ngelakuian hal yang biasanya dilakuin orang yang sudah bosan sama sesuatu. Ya liat hape cuma sekali doang, utk ngecek ada pesan apa engga, setelah itu anteng nonton lagi deh. Filmnya gak banyak dialog, terkesan seperti film dokumenter gitu, tapi aselole banget mas Riri buatnya. ah.. emang nama Riri tuh selalu punya pesona tertentu, pesona positif pastinya. kayak gue misalnya punya pesona kecantikan yang luar biasa dan selalu awet muda, muka gue penuh kemewahan kayak toko berlian. yakan? ngaku deh kalo lo sebenernya ngefans sama gue! kalo gak ngefans ngapain buka-buka blog gue? pake dibaca-baca pula. haha.. gue seneng kok kalo ada yang ngefans, tapi jangan brutal ya ngefansnya. nanti gue lemparin babi. tau babi kan? itu temen seperjuangannya si Jamet, eh monyet.
oke, kejauhan ngelanturnya. tapi, emang gue juga udah males nyeritain film Atambua kayak gimana sih, nanti kamu-kamu pada keasyikan lagi. kalo situ punya penasaran yang tingginya 39 derajat celsius, nonton aja di bioskop, jangan di rumah pak RT apa lagi dirumah selingkuhan, dijamin gak ada, yang ada malah ngerepotin pak RT atau di bunuh pacar, ya karena di tayanginnya ya di bioskop, basi bgt sih!. ya goblok aja sih kalo masih nyari DVD bajakan, mendingan donlot deh lewat internet. halah.
Okedeh, gue udah gak ngerti lagi sama isi kepalanya Riri Riza dan Mira Lesmana, kenapa canggih-canggih banget kalo bikin film. Dan, gue sudah menonton hampir semua film-film karya mereka, nah yang sulit di cari itu filmnya yang judulnya Kuldesak sama Drupadi. ada yang udh nonton? ceritain atau kasih alamat utk donlotnya dong! makasih. yaudah, ke bioskop gih! tapi, jangan ke bioskop yang di Senen, bangkunya banyak bangsatnya itu! kesiankan pantat kamu.
liat Trailer Atambua 39 Derajat Celcius disini
liat info tentang Riri Riza disini aja deh
![]() |
| Posternya Bro... |
Ngggg....si Dian tidur sambil megang kertas hafalan b. Inggrisnya -_- wasalam.
Minggu, 11 November 2012
Intermezzonya Riri
kiwww... Happy born day buat Adit yang ke-19, kamu masih muda ternyata ya Dit. haha semoga bahagia selalu dan mendapatkan apa yang di idam-idamkan, dan teruslah naik gunung haha. Dan selamat ulang tahun untuk my familly Teater Sembilu yang ke- 23 tahun, semoga makin ciamik :)
"Kala keseribu teguk
Hanguslah problema yang menghimpit dada
Berbisik seorang pemabuk
Kepada dunia yang remehkan dia
Kepada dunia yang remehkan dia" -Iwan Fals, Intermezzo.
Sedikit intermezzolah!
Bicarakan apa ya kali ini? umm..... bicarain tentang gue aja ya! ya emang biasanya bicarain apaan sih selain bicarain tentang gue?! mumumumu
Duileh, kemaren first time akika donor darah mak, jadi agak norse sedikit gitu, tapi, biarin dong aw. Yoi, abis donor darah petugas PMI langsung bilang, "Mbak, jangan kemana-mana ya abis ini, di sini dulu aja, jangan langsung pulang!" biacaranya penuh ke khawatiran, kayaknya, kalo gue langgar omongannya gue bisa langsung di pancung gitu. ngeri abis tatapan mata petugasnya. yaudah, gue nurut dong, daripada gue pingsan tapi bangun sendiri kayak Mersy, kan gak seru juga tuh. Abis itu gue pulang ke kost dan berkhayal sampe jam 3 sore, shit nya gue lupa mau ke Teater UI, yaudin langsung capcus bantuin pementasan ROTI. Pulang jam setengah 9 malem, tubuh gue langsung tumbang, lemesnya aduhai, bener-bener kayak mau ketemu malaikat Izroil, bedehh... ngeri abis. Eh, passss sekali nyokap gue nelpon, mengadulah gue tentang kondisi gue yang tumbang langgang, halah. Masa, abis di telpon mama, gue nangis sesegukan. Asli, bukan lebay bukan cari perhatian, gue orang yang juarangg buanget nangis, tiba-tiba aja abis itu langsung nangis. bedeeehhh mungkin gue lagi stress ya, jadi ginih. harap maklum, makasih. Asyiknya, tadi siang mama sama ayah dan Angga dateng ke kostan. hip hore.
ngomong apa lagi ya? emm....
Wih besok udah hari Senin aja, makin stress deh gue, emergency exit mana ya?!
Hanguslah problema yang menghimpit dada
Berbisik seorang pemabuk
Kepada dunia yang remehkan dia
Kepada dunia yang remehkan dia" -Iwan Fals, Intermezzo.
Sabtu, 10 November 2012
wtf
Tadi temen gue, si Mega, tiba-tiba sms nanya,
Mega : Eh Ri, punya saran buat cerita cerpen ngga? gue binggung blm dpt ide
gue : sulitnya jadi pemimpin.
Mega : sama banget sama dosen gue lu Rih-_-
gue : hah? pikiran calon dosen biasanya gitu.....
Mega : halah salah ngmng deh, dosen gue bikin feature tentang pemimpin gtu.
gue : (gak gue bales)
Ah kenapa gue ngomongin ini? ya karena posisi gue lagi jadi pemimpin, untuk sebuah acara di teater. sulit, sulit, sulit. Kenapa juga gue bales sms temen gue dengan demikian, karena pas banget saat gue lagi stress-stressnya, jadi yang terlintas di pikiran gue adalah jawaban itu. asik!
dan, sekejap, gue langsung rindu ketawa-ketawa bareng Ecca, Hary, Adit, Aji, Benna, Nia, Rawi, Dian, Mega, Prima dan lain-lainnya. Lalu, rindu mama dan ayah, lantas menangis kebingungan. yang terakhir rindu alm. nenek gue. sekian, besok pagi donor darah!
Mega : Eh Ri, punya saran buat cerita cerpen ngga? gue binggung blm dpt ide
gue : sulitnya jadi pemimpin.
Mega : sama banget sama dosen gue lu Rih-_-
gue : hah? pikiran calon dosen biasanya gitu.....
Mega : halah salah ngmng deh, dosen gue bikin feature tentang pemimpin gtu.
gue : (gak gue bales)
Ah kenapa gue ngomongin ini? ya karena posisi gue lagi jadi pemimpin, untuk sebuah acara di teater. sulit, sulit, sulit. Kenapa juga gue bales sms temen gue dengan demikian, karena pas banget saat gue lagi stress-stressnya, jadi yang terlintas di pikiran gue adalah jawaban itu. asik!
dan, sekejap, gue langsung rindu ketawa-ketawa bareng Ecca, Hary, Adit, Aji, Benna, Nia, Rawi, Dian, Mega, Prima dan lain-lainnya. Lalu, rindu mama dan ayah, lantas menangis kebingungan. yang terakhir rindu alm. nenek gue. sekian, besok pagi donor darah!
Rabu, 07 November 2012
Antara Gue dan Dian
Gue membelakangi Dian, dan Dian juga membelakangi gue, kita sedang sama-sama asyik bertengger di kursi belajar dan menjelajah dunia internet. Asyik betul, imajinasi main dan kamar jadi sunyi sekali dari suara yang berasal dari mulut wanita jomblo-jomblo. Yang terdengar, adalah suara yang berasal dari laptop, suara dari video yang ada di youtube atau suara mp3 dari winamp. Ini seru, terkadang kita berbagi alamat web yang lucu dan yang aneh-aneh, yang pasti bukan alamat situs bokep. Kesukaan gue dan Dian di dunia internet beda-beda tipislah, cuma, gue itu gak se-kepo Dian, paling gue baca-baca berita basi, dan Dian buka-buka tumbler, blog, twitter, fb orang. Gue kadang-kadang juga gitu sih, tapi tidak se-intens Dian. Eh tapi Dian wawasan tentang profil orang jadi luas gitu. Salut, salut, salut, salut! gue suka ketinggalan info gitu tentang perkembangan temen-temen gue yang lampau-lampau, nah dengan adanya Dian disamping gue, guepun mendapatkan info yang cukup akurat. Contoh: gue punya temen yang namanya Purnama. Sebetulnya gue sering main facebook, tapi gak buka-buka profil temen-temen gue gitu. santai aja main FBnya. nah, si Dian ini tiba-tiba langsung ngasih tau gue,
Dian: Ri, si Purnama mau nikah. (dengan mata yang mau keluar, dia ucapkan pernyataan itu)
Gue: ah masa? tau dari mana? somay lu!
Dian: tadi gue kepoin FBnya, terus gue baca-baca statusnya sama komentar-komentar dr temen-temennya yang ada di statusnya. Mau nikah gitu tuh anak. busett....
Gue: ah gila, masa gue segini gak updatenya. loh kok lo kepo banget sih?!
Dian: (kembali ngepoin)
Gue: persetan!
Kira-kira begitulah dialog kita, diwaktu sore yang panas saat di dalam kamar kost. Padahal kita sedang sama-sama buka facebook. gue kok kelewatan gak update ya?! ngepet!
tapi, ya bagus juga punya kacung, eh temen kayak Dian haha i heart you Lay!
Nah, biasanya kita bakal online dari sore sampe malem, non stop. Kadang-kadang baru bangun tidur, langsung buka laptop sampe jam kuliah siang memanggil. Kita emang sakit jiwa gitu deh kalo udah menjelajah dunia maya gini. setelah itu diantara kita ada yang masak nasi, setelah nasi nanak, kita makan bareng sambil nonton tv, mencari channel yang ada sinetronnya atau FTV, lalu kita tiba-tiba jadi kritikus sinetron/FTV. setelah makan, balik lagi online. Ya, gitu-gitu aja kerjaannya jomblo-jomblo kayak kita-kita ini. haha
lalu, gue ini kan punya blog dan senang banget update blog dari tiga tahun yang lalu, maka pembaca setia gue adalah Dian, simbiosis mutualisme gitu deh. Mantapkan persahabatan kita?! ini baru persoalan kecil, masih banyak kegoblokan yang udah kita laluin, selama tiga tahun temenan. So, asyiknya punya temen eh, sahabat eh, sodara kayak kamu Yan :)
Dian: Ri, si Purnama mau nikah. (dengan mata yang mau keluar, dia ucapkan pernyataan itu)
Gue: ah masa? tau dari mana? somay lu!
Dian: tadi gue kepoin FBnya, terus gue baca-baca statusnya sama komentar-komentar dr temen-temennya yang ada di statusnya. Mau nikah gitu tuh anak. busett....
Gue: ah gila, masa gue segini gak updatenya. loh kok lo kepo banget sih?!
Dian: (kembali ngepoin)
Gue: persetan!
Kira-kira begitulah dialog kita, diwaktu sore yang panas saat di dalam kamar kost. Padahal kita sedang sama-sama buka facebook. gue kok kelewatan gak update ya?! ngepet!
tapi, ya bagus juga punya kacung, eh temen kayak Dian haha i heart you Lay!
Nah, biasanya kita bakal online dari sore sampe malem, non stop. Kadang-kadang baru bangun tidur, langsung buka laptop sampe jam kuliah siang memanggil. Kita emang sakit jiwa gitu deh kalo udah menjelajah dunia maya gini. setelah itu diantara kita ada yang masak nasi, setelah nasi nanak, kita makan bareng sambil nonton tv, mencari channel yang ada sinetronnya atau FTV, lalu kita tiba-tiba jadi kritikus sinetron/FTV. setelah makan, balik lagi online. Ya, gitu-gitu aja kerjaannya jomblo-jomblo kayak kita-kita ini. haha
lalu, gue ini kan punya blog dan senang banget update blog dari tiga tahun yang lalu, maka pembaca setia gue adalah Dian, simbiosis mutualisme gitu deh. Mantapkan persahabatan kita?! ini baru persoalan kecil, masih banyak kegoblokan yang udah kita laluin, selama tiga tahun temenan. So, asyiknya punya temen eh, sahabat eh, sodara kayak kamu Yan :)
Senin, 05 November 2012
Hari Minggu yang Cetar
Pulang-pulang jadi gembel paling gembel se-Indonesia Raya, lalu sempet2nya gue untuk nulis blog. Dan seperti biasa, sudah ditinggal tidur sama temen sekamar gue yang terkasih, selalu begitu deh. gue barusan aja gedor-gedor gerbang kost, karena udah dikunciin. untung mas-mas penjaga kost, gue telponin bangun, dan untung ada tetangga sebelah, si Irvan yang ngasih pulsa telpon cuma-cuma, gue gak punya pulsa telpon gitu.
eh gue belum cerita, kenapa gue jadi gembel. tadi itu gue kerumah Kakek gue, ada rindu dan ada sesuatu selain rindu yang membawa gue ke rumah kakek gue, dan itu sesuatu yang tdk bisa dipublikasikan, lantas hujan pas gue sampe di rumah kakek gue. terus gak berhenti-henti sampe jam empat sore, niatnya mau ke makam Nenek gue gak jadi deh gara-gara ujan. Lalu, dengan tekad memaksa, karena mau ke teater UI, itu hujan gue terjang aja, mantap deh, gue, udah kayak superhero naik motor bebek yang belum diservis dan belum ganti oli sebulan lebih. bayangin aja, gue menerjang begitu banyaknya banjir dan kubangan-kubangan jalanan yang gak keliatan sama penglihatan mata gue gara-gara kacamata gue bentuknya jadi abstrak mendadak, aerr semua, helm gue yang buluk dan burik itu juga gak ngebantu muka atau kepala gue untuk gak kebasahan. ah cetar deh. Dan akhirnya sepatu kets gue yang paling keren itu basah sudah, recetlah. sampe di teater daun, gue udah kayak orang kecebur di kali Benhil. buluuukkkk banget. ngepet! kancut!
nah lebih mantapnya lagi, gue belom makan dari pagi, makin ihiy banget gak tuh kondisi gue. kansas tutup, ujan masih terus turun sampe magrib, untungnya gue solat magrib di masjid MUI, jadi nemu makanan deh.
Dan, latihan teater bareng kakak Dave yang paling cetar membahana tapi kampret, pun dimulai. lamaaaaa sekali rasanya latihannya, sampe Linggar, anak yang belum pernah punya dosa itupun ngomong 'ANJING' karena bete, adegan di cut mulu sama kakak pelatih itu. itu musibah besar banget, mendengar
Linggar ngomong Anjing. lalu, selesailah pukul dua belas malam, bagus banget! dan sekarang gue kelaperan, kedinginan, gak bisa tidur dan besok kuliah jam delapan sampai jam empat sore non stop. cihuyyy! hidup ini alangkah indahnya yahh. Bunuh diri yuk! proposal donatur FTJ belom dibuat udah gitu gue jomblo pula. ah....
Sabtu, 03 November 2012
Ah!
oh my dream...
jauh dari rencana yang ada di setahun yang lalu, yang harusnya berbuat baik di kampus, berbicara santun terhadap orang lain, menyelamatkan SKS, bahagiakan orang tua, hemat pada uang bulanan dan bersyukur pada Tuhan. Sumpah gue adalah orang Indonesia yang juara bullshitnya.
ini apa yang patut disalahkan dari kondisi hidup gue? capek ah nyalahin gue mulu! capek juga nyesel, capek juga punya niatan berubah menjadi lebih bener, tapi ya, cuma jadi bullshit aja deh. ngepet! ah Tuhan, masa iya orang-orang disekeliling saya gak ada simpatinya sama saya. tolonglah tegur mereka!
intinya gini, gue lagi stress sama apa yang lagi gue hadapin sekarang. gitu. susye amat to the pointnya ya gue ini. waaaaaaaaaa!!!!! mana bahagia gue? manaaaa? ngepet! yang ada gue selalu jadi korban bahagianya orang lain! daya bahagia guepun langsung tersedot, habis! tinggal mati aja! kesempatan gak pernah ada ini. masa iya semesta segitu teganya sama gue??? aaaaaaaaaaahhhh!!!!
sampe mau nangis aja susah padahal hidup gue udah susah. alahhhhh gue nulis apa sih? rasanya mau ngomong fak yu, sama seseorang. Seseorang yang luarbiasa dewasa, tapi kayak bayi yang minta digendong. aaaaaah!
Langganan:
Postingan (Atom)
















